Rabu, 09 Maret 2016

15 Nasehat dari Kung Fu Panda

Ada yang tahu dengan film Kung Fu Panda? Sebagian besar pasti tahu dong. Ya, film kartun yang pertama kali dirilis pada tahun 2008 ini merupakan salah satu proyek kebanggaan Dreamworks yang mana sudah menyedot apresiasi yang besar dari masyarakat. Sampai saat ini, Kung Fu Panda sudah memiliki tiga movie, tiga short-films dan tiga season dalam serial Legend of Awesomeness yang ditayangkan oleh nickelodeon.

Kung Fu Panda pada awalnya menceritakan tentang sesosok panda gemuk bernama Po (Jack Black), anak dari penjual mie yang bercita-cita untuk menjadi master Kung Fu dan bagian dari lima tokoh jagoan favoritnya ; Tigress (Angelina Jolie), Crane (David Cross), Mantis (Seth Rogen), Viper (Lucy Liu) dan Monkey (Jackie Chan) yang dibawah bimbingan seorang guru Kung Fu yang sudah melegenda, Master Shifu (Dustin Hoffman).

Secara sekilas, tema dari animasi ini amat biasa, yaitu from zero to hero. Lalu apa yang membuatnya berbeda dari yang lain? Selain karena dibungkus oleh humor yang segar serta aksi Kung Fu yang luar biasa namun kocak, film ini juga menyuguhkan banyak pesan/amanat/kata-kata bijak yang mengandung makna yang amat dalam. Apa sajakah itu? Berikut ini sudah saya rangkum dari film yang pertama hingga ketiga.

1.       One often meets his destiny on the road he tries to avoid it. Tanpa kita sadari, seringkali kita tanpa sengaja menemukan takdir dalam pencarian, namun yang kita lakukan malah menghindarinya.

2.      Yesterday is a history, tomorrow is a mystery, but today is a gift. That’s why we call it present. Apa yang sudah terjadi memang sudah menjadi sejarah, tapi yang kita lakukan saat ini menentukan nasib kita yang akan datang.

3.       A real warrior never quits. Pejuang sejati memang tidak akan menyerah, kan? Master Shifu mengatakan hal ini saat Po berlari ketakutan dengan berita Tai Lung yang kabur dari penjara sementara dia yang ditakdirkan untuk mengalahkannya sama sekali belum bisa Kung Fu.

4.       Semua murid bisa belajar dengan cepat asalkan dengan metode yang tepat. Di sini, master Shifu pada awalnya sama sekali tidak yakin bahwa Po dapat menguasai Kung Fu hingga berusaha mengusirnya dari Jade Palace. Dalam kehidupan nyata, banyak sekali guru di sekolah melabeli muridnya bodoh ketika lambat dalam belajar, padahal tidak semua murid memiliki cara belajar yang sama dengan cara yang diajarkan dengan sang guru. Po sendiri kemudian dapat menguasai jurus Kung Fu dengan singkat ketika dimotivasi dengan makanan kesukaannya.

5.       Kita boleh mengharapkan hasil yang berbeda, namun apa yang kita tanam tetap akan tumbuh sesuai dengan bibitnya. Lantas apakah kita langsung menyerah? Tentu tidak. Perlakukanlah sesuatu dengan penuh keyakinan maka yang kita harapkan tetap akan terjadi walaupun kelihatannya mustahil. Adegan ini ketika Master Shifu dan Master Oogway membicarakan tentang Illusion of Control.

6.       Memberikan cinta dan harapan yang berlebihan dapat membutakan mata kita untuk melihat kenyataan. Master Shifu  yang amat menyayangi Tai Lung ternyata telah membuat murid kesayangannya ini berambisi menjadi Dragon Warrior. Namun saat harapannya pupus, Tai Lung menjadi sakit hati dan mengamuk sementara Shifu tidak mampu menghentikan amukan dari anak yang disayanginya.

7.       There’s no special ingredients. To make something special, you only need to believe that it’s special. Kata-kata yang diucapkan ayahnya Po ketika anaknya merasa putus asa dan gagal. Mungkin ini mirip dengan Law of Attraction, apa yang kita pikirkan, apa yang kita harapkan, apa yang kita khawatirkan itulah yang akan kita dapatkan. Jika ingin menghasilkan sesuatu hal yang luar biasa dari hal yang biasa, caranya cukup dengan memercayai hal yang biasa itu adalah hal yang luar biasa.

8.       Jangan terburu-buru menilai orang ketika ia belum bisa apa-apa. Siapa sangka, Po yang tadinya diremehkan oleh The Furious Five dan payah dalam Kung Fu pada akhirnya bisa mengalahkan Tai Lung yang bahkan tidak bisa dikalahkan oleh tokoh jagoan dan gurunya sendiri setelah ia diajari dengan metode yang tepat, mendapatkan kepercayaan dari gurunya serta memahami arti dari ucapan kata-kata ayahnya tentang special ingredients.

9.       Anything is possible when you have inner peace. Ketika Po tidak tahu bagaimana cara mengalahkan sesuatu yang bisa menghancurkan Kung Fu. Inner peace ini memiliki maksud harus tenang ditengah kebimbangan serta berdamai dengan masa lalu yang tadinya amat menyakitkan.

10.   Mengubah takdir dilakukan dengan cara merubah diri sendiri, tidak dengan cara menyegelnya. Lord Shen yang diramalkan akan dihancurkan oleh Ksatria Hitam dan Putih jika meneruskan langkahnya di jalan kegelapan malah membunuh seluruh panda tanpa diketahuinya masih menyisakan satu bayi panda yang kelak justru akan mengalahkannya.

11.   The cup you choose to fill has no bottom. Shootsayer mengatakan hal ini kepada Lord Shen karena menyesali perbuatan tuannya untuk menguasai China hanya didasari oleh dendam dan ambisius yang ia simpan selama 30 tahun. Percuma saja kita melakukan sesuatu tanpa alasan yang kuat, kan? Karena tidak ada dasar yang mampu menampung hasilnya. Dan walaupun tujuan kita adalah hadiah yang besar, tidak sepatutnya melakukan hal yang bodoh untuk merealisasikannya – seperti yang dilakukan Lord Shen ketika mencoba membunuh Po dan Furious Five dengan menghancurkan istana orangtuanya sendiri.

12.    Your story may not have such a happy beginning, but it doesn’t make who you are. It’s the rest of the story, who you choose to be. Nasihat dari Shootsayer untuk Po yang merasa amat tak berdaya mengetahui masa lalunya yang menyedihkan ketika Lord Shen membunuh seluruh keluarganya. Background yang kita miliki tidak menentukan siapa kita sebenarnya, tapi apa yang kita lakukan selama hidup inilah yang memberi tahu kepada dunia siapa kita sesungguhnya ; a loser or a winner.

13.   Memaafkan kesalahan orang lain menuntun kita ke jalan kedamaian, sedalam apapun luka yang ditorehkan pada kita. Bersamaan dengan luka yang sembuh serta dengan bekasnya yang memudar, kita dapat meraih hidup yang baru dengan penuh rasa damai.

14.   The more you take, the less you have. Cara untuk menghancurkan seseorang itu ada dua cara ; dengan mengurangi apa yang dia miliki atau menambahi apa yang dia punya. Ketika krisis air, misalnya, hidup manusia akan susah. Namun bagaimana jika air berada dalam jumlah yang terlalu berlebihan? Banjir ...

15.   If you only do what you can do, you’ll never be more than you are now. Ketika Po ingin berhenti menjadi guru karena merasa tidak memiliki kemampuan dalam hal mengajar. Mengasah bakat memang penting, namun sesekali cobalah hal yang baru. Meskipun hal ini sempat dijawab oleh Po, “I don’t want to be more. I like who I am.” Ini hanya akan menjadi alasan semata yang menghalangi kita untuk mempelajari hal-hal baru.

    Ngomong-ngomong, saya sudah tidak sabar menantikan kedatangan Kung Fu Panda 4 ... kalau ada sih. Hehehe ...



Selasa, 08 Maret 2016

Review Kung Fu Panda 3

Dulu Cupu, Sekarang Guru

www.dreamworks.com

Tadaa !!! Setelah menunggu selama 5 tahun, akhirnya salah satu movie animasi favoritku dirilis juga :D Yippieee ... and yups, I was talking about Kung Fu Panda 3, animasi yang memiliki kontribusi dalam merubah hidupku :p And just like I thought, it's awesome ... filmnya maksudku.

Kung Fu Panda 3 adalah sekuel dari Kung Fu Panda 2 yang diproduksi oleh Dreamworks, dirilis pada tanggal 29 Januari 2016 di Amerika Serikat dan China, namun dirilis pada Bulan Maret di beberapa negara. Di Indonesia sendiri animasi ini mulai dirilis kemarin, 8 Maret 2016. Dalam pengerjaan film ini, Jennifer Yuh Nelson, orang yang telah menyutradarai dua prekuel sebelumnya kali ini dibantu oleh Alessandro Carloni sementara untuk peran penulis masih dipegang oleh Jonathan Aibel dan Gleen Berger.

Cerita dibuka dengan indahnya visual yang menggambarkan pertarungan Grand Master Oogway (Randall Duk Kim) melawan teman lamanya, Kai (J.K. Simpson) di Dunia Roh dengan berkhirnya kemenangan Kai yang berhasil mencuri chi lawannya sebagai tiket untuk kembali ke dunia mortal agar bisa membalaskan dendam sekaligus mencuri chi milik seorang Master of Chi. Sementara itu, Po, sang Ksatria Naga (Jack Black) ditugaskan oleh Master Shifu (Dustin Hoffman) untuk mengajari The Furious Five, Tigress (Angelina Jolie), Crane (David Cross), Mantis (Seth Rogan), Viper (Lucy Liu) dan Monkey (Jackie Chan), semenjak dirinya menyatakan pensiun dari menjadi guru. Di saat yang tak terduga, ayah kandung Po, Li Shan (Bryan Crantson) yang sudah terpisah darinya selama 20 tahun muncul dengan alasan mendapatkan pesan dari alam semesta untuk mengajari Po ilmu chi demi mengalahkan Kai yang kini sudah berhasil mengalahkan setiap ksatria di tiap desa.

Apakah Po dapat menguasai chi? Mampukan ia mengalahkan Kai? Bagi yang memperhatikan film pertamanya mungkin sempat bertanya dalam hati, "Efek apa yang ditimbulkan dari jurus Wuxi Finger Hold pada korbannya?" Atau, "Mengapa Master Oogway begitu yakin bahwa Po adalah pilihan yang tepat?" Semua akan terjawab di Kung Fu Panda 3.

Secara pribadi, saya menilai film ini amat baik di tonton bersama keluarga anda. Yeah ... meskipun harus saya akui, action yang disajikan dalam film satu ini tidak sebanyak dan sehebat di dua film sebelumnya. Namun tetap lumayan dan humornya tetap terasa hingga akhir dengan beberapa adegan kocak yang dapat mengocok perut.

Dan, tidak lengkap rasanya film Kung Fu Panda tanpa pesan atau filosofinya, bukan? Banyak hal yang bisa kita pelajari dari sini, misalnya :

1. The more you take, the less you have. Maksudnya, didasari oleh ambisius, sebanyak apapun yang kita ambil hanya akan membuat apa yang sudah kita miliki pergi atau menghilang.

2. If you only do what you can do, you'll never be more than you are. Sumpah, kata-kata ini sudah menggoyangkan kepercayaan yang selalu kupuja dengan hanya terus menerus melakukan apa yang kita bisa. Mengasah bakat memang penting. Tapi sesekali, cobalah hal lain atau kau tidak akan menjadi lebih dari dirimu yang sekarang. Meskipun kata-kata ini sempat dibantah Po yang mengatakan, "I like who I am." sebenarnya justru ini hanya sebagai alasan belaka agar kita tidak mencoba mempelajari hal-hal baru.

3. Segalanya bisa menjadi lebih mudah dikuasai jika dilakukan dengan cara yang membuat diri kita menjadi diri kita sendiri. Hal ini ditampilkan bagaimana saat Po mengajari para panda Kung Fu, namun dengan metode dan teknik yang biasa mereka gunakan sehari-hari.

Jika kalian suka film animasi bergenre action/humor dan penuh dengan ajaran kehidupan, saya rekomendasikan nih film buat ditonton.

Untuk penilaian, 4/5 deh.

Rabu, 09 Desember 2015

Pluto : Sejarah yang Terulang



Pluto adalah salah satu manga karya seorang komikus terkenal ; Urasawa Naoki, yang juga telah menciptakan masterpiece lainnya berupa 20th Century Boys dan Monster. Manga ini merupakan sebuah spin-off dari sebuah manga lawas terkenal karya Osamu Tezuka yaitu Tetsuwan Atom (Astro Boy) yang sengaja dibuat sebagai peringatan hari kelahiran Atom (Astro)  pada 7 April 2003. Dan alasan utama saya membaca Pluto adalah tak lain karena saya suka nonton Tetsuwan Atom sejak umur 8 tahun hingga sekarang. Yeah, memang telat banget sih saya nulis topic ini mengingat manga ini sendiri sudah tamat sejak tahun 2008. Tapi biarlah. Kebetulan saya baru beli semua volnya lengkap secara online, jadi malah kepengen nulis ;)


Sumber : www.du9.org



Story :
Kisah ini mengambil setting dimana manusia dan robot hidup berdampingan dengan damai. Cerita dimulai ketika terjadi pembunuhan berantai terhadap dua dari tujuh robot terkuat di dunia beserta beberapa ilmuwan mantan anggota Investigasi Bora. Tidak diketahui siapa dalang dari pembunuhan ini karena si pelaku sama sekali tidak meninggalkan jejak di TKP. Robotkah? Atau manusia? Satu-satunya petunjuk yang ditinggalkan pelaku hanyalah sepasang tanduk panjang yang ditancapkan pada kepala para korban yang mati secara menggenaskan.
Dalam hal ini, seorang detektif robot dari Jerman bernama Gesich, anggota Europol, yang merupakan salah satu dari tujuh robot terkuat, menyelidiki kasus ini. Lantas, siapakah pelaku pembunuhan dan apa motif dari kejadian ini?   

*spoiler alert*

Setelah melakukan penyelidikan panjang, Gesich  mendapati bahwa serangkaian pembunuhan ini memiliki hubungan erat dengan peristiwa konflik Asia Tengah ke-39 yang terjadi beberapa tahun silam, yaitu ketika presiden United States of Thracia menuduh Kerajaan Persia menciptakan tentara robot dan menyembunyikan robot pemusnah massal (Bora) ciptaan seorang ilmuwan jenius bernama Goji. Tim Investigasi Bora yang dikirim ke Persia tidak menemukan adanya tentara robot maupun robot pemusnah massal yang dimaksud, namun penyerangan ke Kerajaan Persia tetap dilakukan dengan melibatkan 7 robot terkuat di dunia tanpa menghasilkan apapun kecuali kebencian serta kehancuran Kerajaan Persia yang saat itu sedang dibawah kekuasaan Raja Darius ke-XIV.
    
*more spoiler* 

Lalu apa hubungannya dengan Pluto? Well, untuk kalian yang sudah pernah baca/nonton Tetsuwan Atom pasti sudah bisa menebak siapa pelakunya. Tapi sesungguhnya Pluto ini tidak sepenuhnya jahat karena ia hanya terpaksa mengikuti perintah dari penciptanya, Dr. Abra sebagai alat balas dendam. Bahkan Pluto sendiri sempat memiliki hubungan yang amat baik dengan Uran (adiknya Atom) ketika ia melarikan diri dan kebingungan dengan menggunakan tubuh robot yang lain. But you know what! Baik Dr. Abra maupun Pluto bukanlah satu-satunya tokoh antagonist di sini. Masih ada para konspirator lain seperti perkumpulan pembenci robot dan president Thracia yang ditemani oleh sebuah robot beruang canggih, Dr. Rooselvet, yang menjadi pemicu konflik. 

Karena ini hanya merupakan adaptasi, jangan harap kalian bisa menemukan point-point yang serupa 100% seperti komik Tetsuwan Atom. Bahkan kalian tidak akan melihat Atom di sini sebagai bocah robot yang hanya mengenakan celana dalam dan sepatu boot merah. Tidak. Justru hampir semua robot terkuat yang ada di komik ini memiliki appearance mirip dengan manusia, sampai-sampai manusianya sendiri kadang sulit untuk membedakannya.
Setelah saya selesai membaca komik ini, saya segera menyadari bahwa konflik Asia Tengah ke-39 di sini amat mirip dengan penyerangan Amerika terhadap Irak pada tahun 2003 silam. Saya memang belum pernah baca karya Urasawa Naoki selain Pluto ini tetapi kemampuannya dalam mengembangkan cerita dengan konflik yang rumit sudah tidak diragukan lagi, termasuk dalam menguras emosi pembaca. Jujur saja, saya hampir menangis ketika para robot terkuat itu satu per satu hancur. 

Salah satu hal yang saya suka dari komik ini adalah kata-kata terakhir Gesich sebelum mati yaitu, ‘Tidak ada yang lahir apapun dari kebencian.’ Ya, kalian sendiri pasti sudah mengerti maksud dari kata-kata itu, kan. Dan walaupun saya bisa menerka bagaimana ending dari Pluto, tetap saja saya masih dibuat terkejut ketika identitas dari Dr. Abra dan Goji terungkap. Dan ternyata mereka berdua adalah … ah, pokoknya baca aja deh. Terutama buat kalian penggemar suspense ;)

Rating : 8,5/10

Kamis, 12 November 2015

Review Tetsuwan Atom (Astro Boy)

Tetsuwan Atom atau lebih akrab disebut dengan Astro Boy adalah manga yang sangat terkenal dan merupakan anime pertama yang ditayangkan abroad. Diciptakan oleh seorang mangaka terkenal, Osamu Tezuka, Tetsuwan Atom sudah beberapakali mengalami remake dalam rentang waktu sejak pertamakali manganya diterbitkan, 1953 hingga sekarang ; dari Tetsuwan Atom versi hitam-putih (60's), Tetsuwan Atom versi berwarna (80's), Tetsuwan Atom (2003), Astro Boy the movie (2009), Little Astro Boy (2014) dan sekarang remake terbarunya sedang dalam proses pembuatan ; Astro Boy Reboot. Dan ternyata, tidak sebatas hanya animenya saja. Akira Himekawa pernah membuat manga Astro Boy doujinshi yang sempat terkenal sebanyak 3 volume berdasarkan anime versi tahun 2003. Tahun 2008 yang lalu, Urasawa Naoki membuat manga terkenal berjudul Pluto yang juga diambli dari manga Tetsuwan Atom chapter The Greatest Robot on Earth. Dan mulai tahun 2014  yang lalu, Tetsuro Kasahara juga sudah mulai membuat prekuel manga Astro Boy berjudul Atom The Beginning. Pendeknya, dari tahun 50-an hingga sekarang, Tetsuwan Atom (Astro Boy) tampaknya tetap eksis dan tak terlupakan.

Jujur saja, saya yang kelahiran tahun 90-an ini sebenarnya hanya sering nonton yang versi tahun 2003 saja. Pernah sih, sempat nonton 2 versi sebelumnya tapi cuma yang versi 03's saja yang paling saya suka. Mungkin karena konflik yang diceritaka lebih berat dan juga lebih seru (ok, ini pandangan subjektif). Alurnya maju-mundur dan sedikit ada perubahan plot dari manga aslinya.

Secara singkat, Tetsuwan Atom ini menceritakan kisah seorang robot muda bernama Atom (Astro) yang memiliki hati dan berkekuatan 100.000 hp serta memiliki kemampuan untuk terbang dengan roket yang terdapat di sepatu bootnya. Awalnya, Atom ini adalah seorang anak manusia bernama Tobio yang meninggal dalam kecelakaan lalu lintas saat usianya baru mencapai 9 tahun. Ayahnya -Dr. Tenma- seorang ilmuwan robot jenius, menciptakan robot  yang menyerupai anaknya untuk mengobati rasa sedih yang ia rasakan. Namun karena Atom tidak bisa memenuhi ekspetasinya, Dr. Tenma meninggalkan Atom dan melupakannya. Atom yang masih membutukan cinta dan kasih sayang pun segera diadopsi oleh seorang Ilmuwan robot -Kepala Kementrian Ilmu Pengetahuan- bernama Dr. Ochanomizu dan menjadikan dirinya sebagai wali bagi Atom. Bahkan sampai membuatkan keluarga robot segala. Namun ini baru permulaan karena petualangan Atom yang sesungguhnya justru baru dimulai.

Terdapat sedikit perbedaan cerita pada tiap versi. Dalam versi manga asli dan anime tahun 60-an, Dr. Tenma merasa kecewa pada Atom karena robot yang sudah ia anggap seperti anaknya sendiri tidak bisa tumbuh seperti manusia (ugh, he's a scientist yet he expect a robot to grow?!) dan kemudian menjualnya pada seorang pemilik sirkus bernama Ham Egg, namun kemudian Atom diselamatkan oleh Dr. Ochanomizu dan dimulailah petualangan Atom menyelamatkan dunia (Yay!).


Versi tahun 80-an ceritanya kurang lebih sama. Bedanya, di sini Atom dijebak dan diculik oleh Ham Egg sehingga ia terpaksa bekerja untuk sirkus.
(Sumber : tezukainenglish.com)

Nah, yang versi tahun 2003 inilah yang mendapat rombakan secara besar-besaran. Beberapa karakter sengaja dihilangkan seperti kedua orangtua robot Atom, Cobalt (kakak Atom) dan Chitan (adiknya). But it's not a big deal since they're not too important characters. Plot di versi ini menitikberatkan pada kesenjangan sosial antara manusia sebagai masyarakat kelas satu dan robot sebagai masyarakat yang selalu tertindas hingga menciptakan sebuah perang besar antara tentara manusia dan robot (dipimpin oleh Blue Knight). Namun perpecahan ini sebenarnya dipicu oleh seorang konspirator, Mr. Lamp, yang amat membenci robot dengan AI. Atom yang percaya bahwa manusia dan robot bisa berteman pun sempat menjadi dilema karena harus memilih satu pihak; membela robot atau manusia. Tapi ending ceritanya juga cukup mengharukan lho :') Ah, lain kali aku mau buat postingan review khusus untuk Tetsuwan Atom versi 2003nya aja.

(Sumber : toonami.wikia.com)

Hm ... kalau versi movienya ... ya, bisa dibilang hampir kehilangan unsur Jepangnya. Terlalu Amerika, malah, tapi tetap layak untuk ditonton, kok. Malah kesannya seperti memberikan warna baru tersendiri untuk Astro Boy.  Versi ini lebih menceritakan Astro yang berusaha mencari jati dirinya setelah ia ditolak oleh ayahnya sendiri dan juga menghindari kejaran dari president tamak yang mengincar Blue Core, sumber energi Astro. Beberapa tokoh originalnya masih ada, tapi sedikit sekali. Karena konfliknya sederhana sih, jadi penonton mungkin sudah bisa menebak endingnya gimana. Oh, dan Tezuka sendiri juga menjadi salah satu tokoh di sini, lho XD

Saya baru sekali nonton Little Astro Boy dan ternyata itu untuk anak-anak. Kira-kira, setara dengan animasi Dora The Explorer. LOL XD

Astro Boy Reboot baru trailernya aja yang disiarkan lewat youtube. Di sini Astro terkesan lebih dewasa dan mirip Peter Pan.


Jujur saja, saya selaku fans Tetsuwan Atom, merasa senang karena hingga sekarang pun tokoh fiksi favorit saya ini terus-menerus dibuat remakenya dalam bentuk manga dan anime. Yah, semoga aja sampai saya jadi nenek-nenek nanti anime ini tetap eksis. We love you, Astro!!! (ok, ini lebay).

Eh, ngomong-ngomong, diantara keenam versi di atas, mana yang paling imut?

Sabtu, 29 Maret 2014

Cerpen : Tidak Percaya Hantu


By : Tri Fani Rahayu


            15 tahun lalu, sesuatu yang menyeramkan dan menggenaskan terjadi di SMA Tunas Bangsa. Seorang siswi kelas 2 di SMA tersebut, terpeleset di lantai WC yang licin dalam keadaan terpelungkup. Terpeleset oleh lantai yang licin pastilah tidak akan membuatnya meninggal andai saja ia tidak membawa gunting tajam yang langsung menusuk menembus jantungnya ketika ia terpeleset. Dalam keadaan nafas yang nyaris berhenti, ia masih berteriak minta tolong dengan suara yang lirih. Tolong… tolong…. To..lo.nngg… tapi, tak ada yang mendengar hingga ketika jam pulang sekolah, ia ditemukan sudah dalam keadaan tak bernyawa.


 Pihak sekolah berusaha membungkam masalah tersebut seolah tidak terjadi apa-apa. Namun, beberapa hari sejak kematian siswi tersebut, kejadian aneh mulai terjadi.


Senin, 14 Mei 2012

Perbedaan, Ciri-ciri dan Contoh Karya Sastra pada Setiap Angkatan



Ø  Angkatan ’20-an atau Angkatan Balai Pustaka
Disebut Angkatan Dua Puluhan karna novel yang pertama kali terbit adalah novel Azab dan Sengsara yang diterbitkan pada tahun 1921 oleh Merari siregar. Disebut pula sebagai Angkatan Balai Pustaka karna karya-karya tersebut banyak diterbitkan oleh penerbit Balai Pustaka.

·         Contoh ciri-ciri dan karya penting pada angkatan ’20-an 
Cirri-ciri
Karya Penting
pengarang
Puisinya berupa syair dan pantun

Alirannya bercorak romantic

Soal kebangsaan belum mengemuka

Gaya bahasa masih menggunakan perumpamaan
Azab dan Sengsara
Merari Siregar
Sitti Nurbaya
Marah Rusli
Salah Asuhan
Abdul Muis
Sengsara Membawa Nikmat
Tulis Sutan Sati

 Ø  Angkatan ’30-an atau Angkatan Pujangga Baru
Istilah Angkatan Pujangga Baru untuk karya-karya yang lahir tahun ’30-’40-an, diambil dari majalah Pujangga Baroe yang terbit tahun 1933. Disebut sebagai Angkatan Tiga Puluhan sebab sngkatan ini lahir pada tahun ’30-an.

·         Contoh ciri-ciri dan karya penting pada angkatan ’30-an

        Cirri-ciri
       Karya Penting
           pengarang
          Dinamis

            Individualistis

             Tidak persoalkan tradisi sebagai temanya

        Hasil karya bercorak kebangsaan
           Layar Terkembang
           S.T. Alisyahbana
            Belenggu
      Armin Pane
        Indonesia Tumpah Darahku
      Muhammad Yamin
           Nyanyian Sunyi & Buah Rindu
      Amir Hamzah
   
Ø  Periode ‘45
Disebut juga sebagai Angkatan Chairil Anwar  kerna perjuangan Chairil Anwar dalam melahirkan angkatan ’45 ini. Disebut juga sebagai angkatan kemerdekaan karna dilahirkan pada tahun Indonesia memproklamirkan kemerdekaan.

·         Contoh ciri-ciri dan karya penting pada periode ‘45
Ciri-ciri
karya
pengarang
Bebas
Individualistis
Universitalitas
realitas
Aku
Chairil Anwar
    Tiga Menguak Takdir
    Chairil Anwar, Asrul Sani, Riayi Apin
Atheis
     Achdiat Karta Mihardja
     Dari Ave Maria ke Jalan Lain Roma
Idrus
  Surat Kertas Hijau dan Wajah Tak Bernam
Sitor Situmorang

Ø  Angkatan ‘66
Nama Ankatan ’66 dicetuskan oleh Hans Bague Jassin melalui bukunya yang berjudul Angkatan ’66 bersamaan dengan kondisi politik Indonesia yan tengah kacau akibat PKI.

·         Contoh ciri-ciri karya penting pada Angkatan ‘66
Ciri-ciri
Karya
pengarang
Kebanyakan tentang protes terhadap social dan politik

      Mulai dikenal gaya epic pada puisi

         Banyak penggunaan gaya retorik dan slogan

     Cerita dengan berlatar perang
Pagar Kawat
Berduri
Toha Mochtar
Tirani dan Benteng
Taufiq Ismail
Pariksit
        Goenawan Mohammad
Para Priayi
Umar Kayam
        Mata Pisau dan Peluru Kertas
       Supardi Joko Damono


Ø  Angkatan ’70-an
·         Sekitar tahun ’70-an, muncul karya-karya sastra yang lain dari sebelumnya yang dimana tidak menekankan pada makna kata yang kemudian digolongkan kedalam jenis sastra kontemporer.

Contoh ciri-ciri dan karya penting pada angkatan ’70-an

Ciri-ciri
karya
pengarang
Diabaikannya unsur makna

Penuh semangat eksperimentasi

Beraliran surealistik

Dalam drama, pemain sering improvisasi
O, Amuk, Kapak
Sutardji Calzoum Bachri
Hukla
Leon Agusta
Wajah Kita
Hamid Jabar
Catatan Sang Koruptor
F. Ibrahim
Dandandik
Ibrahim Sattah


Ø  Angkatan ’80-an
Karya sastra Indonesia pada setelah tahun 1980 ditandai dengan banyaknya roman pecintaan karya sastrawan wanita yang menonjol pada masa tersebut.

·         Contoh ciri-ciri dan karya pada Angkatan ’80-an

Ciri-ciri
karya
pengarang
    Didominasi oleh roman percintaan

Konvensional : tokoh antagonis selalu kalah

         Tumbuh sastra beraliran pop

          Karya sastra tersebar luas diberbagai majalah dan penerbitan umum
Pulau Buru
       Pramoedya Ananta Toer
    Burun- Burung Manyar
Y.B Mangun Wijaya
Boko
Darman Moenir
       Ronggen Dukuh Paruk
Ahmad Tohari
Lupus
Hilman Hariwijaya


Ø  Angkatan Reformasi
Munculnya ankatann ini ditandai dengan dengan maraknya karya sastra yang bertemakan seputar reformasi. Sastrawan Angkatan Reformasi merefleksikan keadaan social dan politik yang terjadi pada akhir tahun 1990-an, seiring dengan jatuhnya Orde Baru.

·         Contoh ciri-ciri dan karya pada Angkatan Reformasi

Ciri-ciri
karya
pengarang
       Bertemakan social-politik

      Penuh kebebasan ekspresi dan pemikiran

          Menampilkan sajak-sajak peduli bangsa

Religious dan nuansa sufistik
Puisi Pelo

Widji Thukul
Resonansi Indonesia


           Ahmodun Yosi Herfanda
Di Luar Kota


      Acep Zamzam Noer
Abad yang Berlari
Afrizal Malna
Opera Kecoa
N. Rianto


Ø  Angkatan 2000
Angkatan ini ditandai dengan oleh karya-karya yang cenderung berani an vulgar dan kebanyakan mengadopsi begitu saja moral pergaulan bebas ala remaja Amerika. Tetapi pada masa ini, muncul jua fiksi-fiksi islami.

·         Contoh ciri-ciri dan karya pada Angkatan 2000

Ciri-ciri
karya
Angkatan
Karya cenderung vular

       Mulai bermunculan fiksi-fiksi islami

Muncul cyber sastra di internet

      Bahasa kerakyatjelataan
Saman

Ayu Utami
Atas Nama Malam

Seno umira Ajidarma
Supernova

Dewi Lestari
      Pulau Cinta di Peta Buta

Raudal Tanjung Banua
Ayat-Ayat Cinta
          Habiburrahman El-Shirazy